
INFODESA.ID – MOROWALI – Festival yang bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan asli Suku Bajo dan sekaligus mempromosikan pariwisata dalam upaya menarik wisatawan lokal dan mancanegara. Ribuan kapal hias memenuhi dermaga Kaleroang dari Pukul 6.00 WITA hingga siang hari.Dan upaya pemecahan rekor MURI untuk rangkaian karnaval perahu terpanjang se-Indonesia. Begitu antusiasnya para peserta karnaval, hingga cuaca yang sangat panas di Pulau Kaleroang tidak menjadi kendala.
Pergelaran event berskala nasional ini diisi dengan beragam rangkaian acara dari pagi hingga malam. Beragam tradisi dari Suku Bajo yang dipergelarkan seperti upacara ‘Sedekah Laut’ (Ngangaidah), Pengibaran bendera Ula-ula, pengobatan tradisional khas suku Bajo. Festival kuliner turut meramaikan event ini, dimana menyajikan makanan khas Suku Bajo. Makanan yang didominasi oleh olahan laut menjadi daya tarik sendiri dari festival ini. Begitu unik, lezat hingga makanan yang jarang kita temui bisa kita lihat dan kita cicipi disini. Rangkaian acara Festival Bajo Pasakayyang 2015 juga menggelar fashion show yang menampilkan beragam baju adat yang sangat menarik. Fashion show ini dilakukan dijembatan yang sangat panjang membelah laut dari Pulau Kaleroang. Selain menampilkan berbagai busana adat kita juga disuguhkan tontonan operet kolosal tentang asal-usul Suku Bajo. Pertunjukan yang sangat menarik karna didukung oleh tata cahaya, musik dan performance yang maksimal dari anak-anak SMP Kaleroang. Festival Bajo Pasakayyang 2015 ditutup dengan pergelaran musik dari artis Ibukota. Musik yang segar serta penampilan yang menarik dari Artis Viola membuat suasana malam itu begitu meriah. Masyarakat di Pulau Kaleroang begitu terhibur karna sudah lama menantikan Festival ini yang terakhir diselenggarakan ditahun 2010.[sumber http://morowalikab.go.id]









