Jepara  

Mahasiswa Undip Membuat RAB untuk Menyelesaikan Masalah Sampah di Desa Teluk Awur

INFODESA.ID-JEPARA-Salah satu permasalahan di Desa Teluk Awur adalah masalah pengelolaan sampah. Permasalahan sampah di Desa Teluk Awur merupakan permasalahan yang sangat kompleks. Mulai dari penumpukan sampah rumah tangga di tanah kosong, sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan, sampai minimnya sarana dan prasarana pengolahan sampah. Bahkan, sampah rumah tangga di Desa Teluk Awur dikumpulkan dan ditimbun secara sembarangan di lahan kosong, dan ini sangat membahayakan bagi penduduk Desa Teluk Awur. Penumpukan sampah tersebut disebabkan karena tidak adanya tempat pengolahan sampah serta kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga dengan baik. Sekretaris desa Teluk Awur mengatakan bahwa permasalahan tersebut sudah ada semenjak belasan tahun yang lalu, akan tetapi sampai sekarang masih belum terselesaikan.

Kurangnya pemahaman warga Desa Teluk Awur masih tampak jelas dengan melihat banyaknya tumpukan sampah yang tidak terolah dengan baik, termasuk juga di sisi barat balai desa yang merupakan tanah kas desa yang seharusnya dapat dikelola dengan baik oleh perangkat Desa Teluk Awur itu sendiri. Tempat pengolahan sampah di perlukan untuk melakukan pemilahan terhadap semua jenis sampah.

 

Sampah yang ditimbun di tanah kosong dapat menyebabkan polusi tanah. Pencemaran tanah merupakan salah satu dampak buruk dari membuang sampah sembarangan. Sampah terdiri dari beberapa bahan seperti kaca, logam, plastik, dan bahan organik dan juga dapat mengandung bahan dan mikroorganisme berbahaya. Sampah anorganik Sampah organik tersebut dapat membusuk, dan dalam proses pembusukan tersebut, terdapat mikroorganisme berbahaya yang dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit seperti tifus, diare, dan penyakit pes. Masalah ini perlu segera diatasi agar tercipta lingkungan yang sehat dan tidak membahayakan kesehatan warga desa Teluk Awur.

Selain ditimbun, tidak jarang juga sampah rumah tangga tersebut dibakar. Sampah yang dibakar dapat menyebabkan polusi udara yang mengganggu warga sekitar. Selain itu membakar sampah rumah tangga, plastik, dan kayu yang dicat berbahaya bagi lingkungan, karena bahan-bahan tersebut melepaskan bahan kimia beracun yang mencemari udara. Udara yang tercemar karena asap pembakaran sampah dapat dihirup oleh manusia dan hewan, disimpan di tanah, serta terpapar ke permukaan air dan tanaman. Oleh karena itu perlu adanya perancangan serta pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) tempat penampungan Sampah di RT 01, Desa Teluk Awur.

Rivando Cintoro (21), mahasiswa Universitas Diponegoro membuat rancangan anggaran biaya (RAB) untuk pembuatan tempat sampah untuk RT 01. Rivando juga bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk membantu membangun tempat sampah tersebut. RABnya  sudah diserahkan kepada Bapak Muji, selaku Pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan suatu elemen penting dalam kegiatan konstruksi karena menyangkut perkiraan biaya yang akan dikeluarkan dalam pelaksanaan kegiatan. Hal ini sangat diperlukan sebagai acuan dalam pengerjaan pembangunan tempat pengolahan sampah agar pembangunan berjalan lancar serta memastikan dana atau budget digunakan secara tepat. Ada beberapa tujuan dari RAB, yaitu sebagai keperluan untuk pengajuan penawaran harga, sebagai dasar atau pedoman apabila memerlukan penyesuaian harga dan klarifikasi, dan pedoman pelaksanaan bisnis apabila tender dimenangkan.

Pembuatan RAB tersebut diharapkan dapat mewujudkan pembuatan tempat sampah  yang sesuai dan seefektif mungkin sesuai dengan anggaran yang disediakan. Dengan hal tersebut pengadaan tempat sampah dapat lebih diperbanyak karena harga pembuatannya yang lebih hemat serta dapat dimanfaatkan untuk sebesar – besarnya kemaslahatan warga. Dengan dibuatnya tempat sampak untuk Desa Teluk Awur, khususnya RT 01 dapat membuat Desa Telur Awur menjadi bersih dan sehat, sehingga warga Desa Teluk Awur terbebas dari penyakit akibat pengelolaan sampah yang buruk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *