INFODESA.ID-SULTENG, Kabupaten Banggai memiliki luas wilayah daratan sekitar 9.672,70 Km² atau sekitar 14,22 % dari luas Provinsi Sulawesi Tengah. Luas lautnya sekitar 20.309,68 Km² dengan garis pantai sepanjang 613,25 km. Secara administratif Kabupaten Banggai terbagi atas 23 kecamatan, 291 desa serta 46 kelurahan.
Wilayah Kabupaten Banggai yang berbatasan dengan Teluk Tomini di sisi utara dan sisi timur teluk Tolo dimana kedua teluk ini menyimpan sangat banyak potensi Sumber Daya Alam terutama Pariwisata.
Untuk mengetahui aneka potensi yang ada di wilayah ini, khususnya sektor pariwisata serta pengembangan kepariwisataannya ke depan, diambil dari berbagai sumber, Potensi Banggai yang bisa dikembangkan untuk sejahterakan rakyat?
Potensi pertanian di Banggai berupa padi ladang, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, kelapa dalam, kelapa sawit, kakao, dan lain-lain. Potensi ini tersebar di seluruh wilayah Banggai. Kami ingin mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Potensi lain adalah peternakan, khususnya sapi dan kambing.Ternak sapi tercatat ada 79.740 ekor dan kambing 94.879 ekor. Lalu potensi perikanan, luas laut kami ini sekitar 20.309,68 km². Potensi perikanan kami meliputi ikan palagis, ikan demersal, budidaya udang windu, udang vanamei, budidaya ikan kerapu, rumput laut, dan mutiara. Ya ada sekitar 377 jenis ikan di Pantai Kilo 5 Luwuk Banggai.
Adanya perkebunan Sawit dan Peternakan khususnya Sapi yang tersebar di wilayah Banggai, Potensi untuk Program Sawit -Sapi, dan Pupuk Organik pelepah dan daun Kelapa Sawit kedepan Insya Allah akan di kembangkan dengan pengembangan inovasi Prukades kelompok masyarakat di pedesaan.
Potensi tambang LNG Donggi Senoro, ada pabrik amoniak.
Untuk potensi Air Terjun Laumarang Luwuk Banggai, Air Terjun Piala Luwuk, Air Terjun Salodik Luwuk, Bukit Teletabis Keles, Pulau Dua Balantak, Pulau Tinalapu, Pantai Kilo 5, dan lain-lain. Bahkan di Pulau Dua, ada tempat snorkeling dan diving yang tidak kalah indah dari Bunaken.
Kata Herwin Yatim di berbagai sumber Pariwisata merupakan sektor yang penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Saya ingin, masyarakat Indonesia, bahkan dunia melirik keindahan alam yang dimiliki Banggai. Banggai bisa dijadikan salah satu pusat wisata andalan Indonesia yang berlevel internasional.
Potensi Batik tenun nambo namanya khas Kabupaten Banggai yang semakin mendunia. Pada Februari lalu, batik nambo tampil di New York Fashion Week, Amerika Serikat. Ini kebanggaan bagi kami.
Hotel dan penginapan, cukup menunjang untuk sarana dan prasarana pariwisata, Alhamdulillah Banyak investor perhotelan yang tertarik membangun hotel di Banggai.
Di Banggai punya Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang terletak di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk. Ada beberapa rute penerbangan yang dilayani lewat bandara ini yakni dari Luwuk ke Makassar, Luwuk ke Jakarta via Makassar, lalu Luwuk ke Surabaya via Makassar, Luwuk ke Palu, Luwuk ke Gorontalo, Luwuk ke Manado, Luwuk ke Ampana, dan Luwuk ke Lombok via Makassar.
Dan Minggu (26/5/2019) Batik Air dengan Pesawat jenis Airbus 320-200CEO melakukan penerbangan perdana rute dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Sulawesi Tengah (LUW).
Dan sejak pendaratan perdana sampai saat ini Bandara Luwuk sudah dapat di darati Pesawat Airbus 320-200CEO. Di Sulawesi Tengah, Luwuk adalah destinasi kedua dilayani oleh Batik Air setelah Palu.
Di Banggai juga tersedia sarana transportasi laut. Dari Luwuk bisa ke Surabaya, Kendari, Gorontalo, Manado, Salakan, Pulau Banggai, dan ke Taliabo. Transportasi darat juga bisa ke Makassar atau Palu. Jalan yang ada sudah bagus.
Pertumbuhan ekonomi di Banggai, pada tahun 2016 yaitu 38,6 persen, tertinggi di Indonesia. Tapi sekarang melambat. Soal pengentasan kemiskinan, dari tahun 2011 sampai 2017, kami berhasil menekan penduduk miskin sebanyak 3.700 jiwa. Tingkat pengangguran terbuka juga menurun jadi 2,94 persen.
Banggai memperoleh beberapaTorehan prestasi dan sederet penghargaan yang diterima.
Sampai tahun 2019 atau di tahun Ke-empat kepemimpinan Bupati Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo untuk Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah telah mengoleksi 12 penghargaan nasional.
Diantaranya penghargaan Innovative Government Award (IGA). Penghargaan IGA Award ini diberikan karena kami berhasil menurunkan tingkat stunting dalam waktu dua tahun, dari yang tadinya 39% menjadi hanya 2,9% saja. Tentu ini jadi kebanggaan, sebab masalah stunting tak hanya jadi perhatian nasional, namun juga internasional. Kami diundang memberikan presentasi di Stunting Summit 2018 pada Maret lalu.
Penghargaan lain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bidang infrastruktur. Kami dinilai terbaik dalam pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur PUPR Tahun Anggaran 2018. Tahun 2018, kami juga meraih penghargaan nasional Procurement Award 2018.
Pada bulan Agustus 2018, Bupati Banggai menerima secara langsung penghargaan Adipura yang diserahkan dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Dan Tahun 2019 atau di tahun Ke-Empat kepemimpinan Bupati Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo. Kabupaten Banggai kembali meraih prestasi predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-7 kali dari BPK.
Dan di tahun 2019 Banggai juga menerima Penghargaan Prestasi Tertinggi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Penghargaan ini diberikan kepada Pemda yang berkinerja terbaik secara nasional berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Tahun 2018 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2017.
@Senin, 3/6/2019-Ahmad Budullah.
