INFODESA.ID|SULAWESI TENGAH|BANGGAI KEPULAUAN – Salakan, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Mudin Sahata SP.MP, juga sebgai Asisten II Kabupaten Banggai Kepulauan mendampingi Tim Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Ibu Sri Wahyu Ningsi Kasubdit Sarana dan Prasarana Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Repuplik Indonesia dalam Peninjauan lokasi persiapan USB (Unit Sekolah Baru) dan Asrama Sekolah Luar Biasa (SLB) Salakan di Desa Kautu Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Sulwesi Tengah Kamis, 11 Januari 2018.
– Tuna Daksa 4 Orang
– Tuna netra 2 Orang
– Grahita 4 Orang
– Tuna Runggu 5 Orang
– Brokenhome 28 Orang,
SLB Salakan bediri Sejak 2012, kami mengharap dengan peninjauan ini bisa mendapatkan Unit Sekolah Baru (USB) dan Asrama, agar kedepan anak anak yang belum tertampung di beberapa Kecamatan bisa dengan segera diterima. Ungkap Bu Ning.
Juga harapan yang sama dari Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Kepulauan Bapak Kapuan Pandjo, M.Pd Peninjauan ini agar lebih memahi keadaan dan kondisi ruang pembelajaran dan Asrama yang ada dan mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan.
Lanjut ungkap Mustar Labolo, Saya teman Sekolah saat SPMA di Palu dengan Bapak Asisten II, Banyak kesan dan kenangan, Olehnya saya perlu menyampaikan kepada Ibu Pengasuh atau Ibu Kepala Sekolah SLB Salakan agar selalu mensosialisasikan kepada Ibu Hamil saat melahirkan agar menjaga pertumbuhan Bayi dengan selalu memberi ASIH, Pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal memerlukan dukungan nutrisi dan stimulasi yang adekuat. Air Susu Ibu dapat memenuhi semua kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang, baik kebutuhan fisis-biomedis (asuh), kebutuhan kasih sayang/emosi (asih), maupun kebutuhan akan stimulasi (asah). Menyusui akan meningkatkan hubungan atau ikatan batin antara ibu dan anak.
Dalam sambutannya Ibu Sri Wahyu Ningsi (Bu Ning). Sebagai Kasubdit Sarana dan Prasarana Kementrian pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Menyampaikan ada tiga pilar yang harus diperkuat orang tua dan guru dalam mendidik anak.
Pertama, anak harus diberikan contoh keteladanan.
Kedua, orang tua dan guru harus mampu membangun semangat dan merangsang ide anak didik untuk berkarya.
Ketiga, orang tua dan guru harus siap menopang anak didik dan menuntun mereka ke jalan yang benar.
Pendidikan sekolah luar biasa tidak mengutamakan akademik, namun justru mengedepankan vocasional atau ketrampilan hidup. Sehingga ketika keluar dari sekolah luar biasa (SLB) mereka sudah dapat hidup mandiri. Mereka anak hebat.. Mereka bisa punya cita cita. Mereka tidak perlu di kasihani Tapi Perlu diperhatikan, Agar mereka percaya diri. Mengakhirinya.
Dan saat ini dari 43 Anak Asuh di SLB ini, baru 20 Anak menjadi Tanggung Jawab Daerah dan 23 jadi tanggung jawab SLB, mengharapkan kepada Kepala Sekolah agar segala bentuk program dan rencana dapat dimasukan dalam RKP Desa di bicarakan dalam Musyawarah Desa,mengakhiri sambutannya.
Dalam kunjungan ke Banggai Kepulauan Ibu Sri Wahyu Ningsi (Bu Ning), di damping oleh Ibu DR. Minarni Nontji Kepala Bidang PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. (Ahmad Budullah)
