Warga TTM, Nikmati Dermaga Khatulistiwa Usai Lebaran Idul Fitri 1440 H

  • Bagikan

INFODESA.ID-SULTENG, Parigi Moutong (Parimo), Dermaga Khatulistiwa Desa Khatulistiwa Kec. Tinombo Selatan – Kab.Parimo Prov.Sulteng, jadi tempat kunjungan warga saat libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Pantauan infodesa, Dermaga Khatulistiwa, yang berlokasi kurang lebih 1 Km dari Tugu Khatulistiwa di Desa Khatulistiwa Kec.Tinombo Selatan Kab. Parigi Moutong (Parimo) Sulteng, Dermaga dan Pantai di lokasi yang dulunya di kenal dengan “Pasar Balante” alias “Pasar Barter” yang masih menggunakan sistem ekonomi yang sudah sangat tua yaitu sistem barter atau tukar menukar barang, hasil pertanian, hasil perkebunan, perikanan yang di tukar dengan kebutuhan pokok.

Titk lintang 0’ derajat Tugu Katulistiwa

Juga lokasinya yang sangat strategis, berada di tepian poros jalan Trans Sulawesi Parigi, Toboli, Moutong, Gorontalo-Manado, Dermaga Khatulistiwa dan pantai ini menjadi destinasi favorit bagi warga Tinombo, Tomino dan Moutong (TTM) saat libur lebaran maupun libur akhir pekan “Pengunjung” di dermaga ini tidak dikenakan biaya masuk untuk berjalan dan berselfie di atas Dermaga, mungkin karena dermaga yang di pembangun pemerintah Daerah ?

Setiap akhir pekan dan saat hari libur dan bahkan orang lewat banyak yang mampir mengabadikan ke indahan atas dermaga, mungkin karena cat yang berwarna, warnih dan pantainya yang indah, apalagi klo sore hari, Kata Wandy warga, Desa Maninili (26 Tahun),

Tambahnya pula lokasi dermaga sangat stategis tepat di jalan Trans Sulawesi, jadi banyak yang singga foto selfie, ungkap Wandi (6/6/2019).

Selain menikmati Dermaga Khatulistiwa, juga warga dapat mengunjungi Tugu Khatulistiwa, sayangnya keberadaan Tugu Khatulistiwa ini tidak dikelolah dengan baik, padahal ada yang unik yang bisa menarik perhatian pengunjung, dimana di tugu ini ada keterangan simbol berupa anak panah menunjukan arah utara-selatan (lintang 0’ derajat). Dan, pengunjung bisa menikmati dengan membawa sebutir telur di letakan tepat di Titik 0′ telurnya berdiri kokoh.

Lokasi dermaga dan Tugu Khatulistiwa, yang tempatnya cukup representatif membuat selalu ramai pada musim lebaran atau akhir pekan. “Cuma sayangnya tidak terkelolah dengan baik, Ungkap Ibu Yuliana pengunjung warga Ampana.

Andai saja ada pengelolah mungkin bisa menambahkan kios kios kecil dekat pantai untuk menjual minuman dan makanan, agar lebih menarik ungkap Yuliana (6/6/2019).

Selain itu, jelas Yuliana juga tempat parkir harus ada yang atur agar tidak seenaknya pengunjung memarkirkan kenderaan, utamanya sepedah motor di pinggiran jalan,”kilahnya.
@7/6/2019-Ahmad Budullah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *