Desa Tonuson & Ambelang Tertarik Budidaya Kepiting Bakau Sistem “Crab-Ball Mangrove Indonesia”

  • Bagikan

 

INFODESA.ID|SULAWESI TENGAH|BANGGAI KEPULAUAN – Kepala Desa Tonuson Kec.Totikum Selatan Jasdin dan Hajir B.Darang Sekdes Ambelang Kecamatan Tinangkung, mengutarakan kepada infodesa.id tertarik dengan Budidaya Kepiting Bakau Sistem
“Crab-ball Mangrove Indonesia”
Di (Lahan Mangrove 1 Ha).


Lahan Mangrove kami cukup luas kata Hajir, dan saat ini kepiting di pasar Salakan sebagian dari hasil tangkapan nelayan kami, hal yang sama juga di sampaikan Kepala Desa Tonuson Jasdin (Jum’at 5/1-2018).

Budidaya Kepiting Bakau Sistem
“Crab-ball Mangrove Indonesia”
Adalah Solusi Program Terobosan Pemberdayaan Ekonomi Nelayan & Pelestarian Hutan Mangrove yang Berbasis Ekosistem dan Berwawasan
Nusantara, saat infodesa.id menyampaikan proposal dari Yayasan CRAB-BALL Mangrove Indonesia.

Dimana keunggulan budidaya kepiting dengan sistim CRAB-BALL
1. Cukup memanfaatkan lahan mangrove berlumpu yang ada tempat habitat kepiting (biasanya terbengkalai),
2. Praktis “Crab Ball” hanya diletakkan dengan Dikaitkan berantai dan diikat pada pohon mangrove,
3. Sangat Ekonomis, cocok untuk nelayan dengan modal kecil,
4. Setiap kepaliting dipisahkan, ditempatkan dalam satu “crab ball”, sehingga terhindar Kanibalisme,
5. Apabila terjadi “rob” ataupun bencana lain, Mudah
Dievakuai satu persatu tanpa alat berat,
6. Tidak merusak Ekosistem pesisir pantai,
7. Mendorong untuk memperbanyak hutan Mangrove tempat“diperam”nya kepiting dalam Crab Ball,
8. Masa panen kepting dalam Crab Ball (2,5-3) bulan didapat ukuran 600 gr./ekor.

Lanjut kata Hajir dan Jasdin dengan penjelasan via telp.dengan sala satu direktur Yayasan Mangrove Infonesia di Jakarta, Kami sangat tertarik dan berminat dan kami segera bermusyawarah untuk memprogramkannya,Mengakhirinya.(Ahmad Budullah)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *