Kabupaten Bantul Miliki 36 BUM Desa

  • Bagikan
Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm kepala Desa Panggungharjo

INFODESA.ID – Yogyakarta – Festival Kebangkitan Ekonomi Desa bertajuk “Refleksi 3 Tahun Desa Membangun Indonesia” yang dipusatkan pelaksanaannya di kampung Mataraman, desa Panggungharjo, kabupaten Bantul, provinsi DIY, hari ini, Minggu (26/11) resmi dibuka.

“Selain Presiden RI Jokowi, acara juga akan dihadiri oleh Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi. Adapun jumlah peserta yang diundang untuk Provinsi D.I. Yogyakarta sebanyak 392 orang Kepala Desa dan 156 orang Perwakilan Pengurus BUM Desa, sedangkan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 200 orang Perwakilan Kepala Desa dan 100 orang Perwakilan Pengurus BUM Desa. Untuk Kabupaten Bantul sendiri ada 36 BUM Desa dan saat ini sudah di stand pameran yang disiapkan Panitia Penyelenggara,” ujar Riyaningsih, Tenaga Ahli Pendamping Ekonomi Desa (TA PED) dilokasi Festival.

Dikatakan olehnya, BUM Desa Panggung Lestari milik Pemdes Panggungharjo menjadi BUM Desa percontohan tingkat nasional.

“Berjarak sekitar 15 menit dari pusat Kota Yogyakarta. keberadaan BUM Desa Panggung Lestari mengantarkan Pemerintah Desa Panggungharjo menyabet predikat sebagai Juara Nasional Lomba Desa tahun 2014-2015,” kata Riyan.

Sementara itu, Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm., Apt., ditemui disela kesibukan mengurus persiapan pembukaan pameran di lokasi kegiatan mengungkapkan, BUM Desa Panggung Lestari punya beberapa unit usaha seperti KUPAS atau kelompok usaha pengelola sampah, yang dibentuk sejak 2013.

“KUPAS dibentuk karena warga prihatin banyaknya lokasi pembuangan sampah liar di wilayahnya. Disisi lain memang terdapat keterbatasan lahan pembuangan sampah. Nah, dengan membawa slogan Peduli Sampah Untuk Masa Depan Anak Kita, warga bertekad mengelola sampah agar kualitas kehidupan terjaga baik dan berkelanjutan demi masa depan generasi berikutnya,” tutur Wahyudi.

Riyaningsih (Riyan) Tenaga Ahli Penamping Ekonomi Desa (TA PED) Kabupaten Bantul

Awalnya, lanjut Wahyudi, dalam pengelolaan sampah, KUPAS tidak mengedepankan profit. Namun sebagai pelayanan sosial untuk membantu kebersihan di lingkungan masyarakat.

“Dalam perkembangannya, KUPAS menjadi bagian dari unit usaha BUM Desa Panggung Lestari. Kelembagaan direorientasi jadi kegiatan profit oriented dengan melakukan diversifikasi usaha,” imbuh Wahyudi.

Dijelaskan juga olehnya, manajemen pengelolaan KUPAS dijalankan secara profesional agar berkembang serta berdaya guna untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Guna meningkatkan performa, BUM Desa menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan.

“Seperti saat ini, kegiatan Refleksi 3 Tahun Desa Membangun Indonesia dirangkaikan juga dengan rembug nasional, utamanya kepada Kepala Kepala Desa yang hadir. Berbagai materi diskusi seperti potret capaian Dana Desa dalam menggerakan perekonomian Nasional, pengelolaan Pasar Desa, pemanfaatan Sistem Informasi Desa berbasis Teknologi Informasi (TIK), dan materi lainnya akan dibahas di kegiatan ini,” pungkas Wahyudi.(Ahmad Budullah/Bambang)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.