Revolusi Mental Menuju Indonesia Hebat ..!

  • Bagikan

h rendyRendy Lamadjido mengungkapkan kembali ada 7 SEMANGAT BARU dalam Revolusi mental yang akan menjadi pondasi perubahan bangsa menujuh INDONESIA HEBAT pada 2016

  1. Indonesia punya pemerintahan yang siap melayani kapanpun dan dimanapun, bersih dan melayani tanpa Pungut upeti.
  2. Indonesia adalah bangsa yang mandiri. Tidak bergantung dan didikte oleh luar negeri.!
  3. Indonesia adalah teladan dalam hal toleransi dan pembauran, karena perbedaan adalah kekayaan dan kekuatan.
  4. Indonesia harus bisa menggengam dunia, bukan hanya orang kota tapi juga warganya di desa,
  5. Indonesia adalah Negara yang makmur diatas pondasi ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi yang dikuasai oleh segelintir orang.
  6. Indonesia adalah bangsa yang terhormat, tidak bersedia menjadi budak Negara lain.
  7. Indonesia adalah bangsa yang membangakan dan penuh prestasi, Indonesia bukan bangsa yang rendah diri.

 

Mari kita bersama-sama bekerja keras dan cerdas dengan penuh semangat dengan pembaruan diatas, niscaya kita akan menjadi bangsa, yang maju, bermartabat, dan berbudaya luhur. Ujar Ir. Hi. Rendy Lamadjido,M.BA,MM atau yang akrab disapa H.Rendy

Maka dapat diartikan mental adalah unsur dari karakter, maka pendidikan karakter pada hakekatnya adalah pembangunan dan pengembangan mental. Maka ada keselarasan antara pendidikan karakter dan revolusi mental, yakni sebagai upaya pembentukan dan pembangunan karakter bangsa Indonesia, baik secara personality maupun institusional dan tercermin dari prilaku, akhlak dan budi pekerti dalam pengembangan diri dan kelembagaan sebagai banga Indonesia Indonesia yang kuat secara moril, maupun berkesejahteraan dalam bernegara. Ungkap Rendy Lamadjido.

 

Hal lain, Ungkap Rendy Lamadjido, Dalam rangka mempererat Ukhuwah Islamiyah menuju perubahan Sulawesi Tengah yang dimulai dari revolusi mental  Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Sulawesi Tengah Ir. Hi. Rendy Lamadjido,M.BA,MM mendatangkan penceramah yang terkenal dengan panggilan “Jamaah” Ustadz Hi. M. Nur Maulana.

Sebut Rendy dalam kunjungan kerja tersebut.Merupakan bangsa yang berkarakter santun, berbudi pekerti, ramah, dan bergotong royong. Dia mengatakan, karakter tersebut merupakan modal yang seharusnya dapat membuat rakyat sejahtera.

“Tapi saya juga ndak tahu kenapa, sedikit demi sedikit (karakter) itu berubah dan kita ndak sadar. Yang lebih parah lagi ndak ada yang nge-rem. Yang seperti itulah yang merusak mental,” ujar Rendy dalam kunjungan kerja tesebut.

Perubahan karakter bangsa tersebut, kata Rendy merupakan akar dari munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, etos kerja tidak baik, bobroknya birokrasi, hingga ketidaksiplinan. Kondisi itu dibiarkan selama bertahun-tahun dan pada akhirnya hadir di setiap sendi bangsa.

Rendy kembali juga menjelaskan kata revolusi merupakan refleksi tajam bahwa karakter bangsa harus dikembalikan pada aslinya. “Kalau ada kerusakan di nilai kedisiplinan, ya mesti ada serangan nilai-nilai ke arah itu. Bisa mengubah pola pikir, mindset. Titik itulah yang kita serang,” ujarNYA.
Satu-satunya jalan untuk revolusi sebagaimana yang dia maksudkan itu, kata Rendy, adalah lewat pendidikan yang berkualitas dan merata, serta penegakan hukum yang tanpa pandang bulu.

“Kita harus mengembalikan karakter warga negara ke apa yang menjadi keaslian kita, orisinalitas kita, identitas kita,” tegasNYA, saya berkeyakinan, dengan komitmen pemerintah yang kuat disertai kesadaran seluruh warga negara, Indonesia dapat berubah ke arah yang lebih baik.

 

PADA KESEMPATAN DALAM WAWANCARA BERSAMA REPORTER infodesa.id dan RADIO STREAMING infodesa.id

TENTANG UPAYA MEWUJUDKAN REVOLUSI MENTAL ?

Rendy Lamadjido telah berkesempatan 3(tiga) Periode menjadi anggota DPR RI (2004 -2009, 2009-2014, 2014-2019) dari Fraksi PDIP, pengusung Presiden Joko Widodo yang saat ini juga anggota Komisi V DPR RI,

Untuk mewujudkan REVOLUSI MENTAL Pertama, bukan proyek pemerintah, tetapi gerakan masyarakat yang difokuskan pada pengembangan enam nilai strategis. Harus ada komitmen dari pemerintah yang ditandai dengan reformasi birokrasi untuk mendorong dan memfasilitasi perubahan sikap dan perilaku masyarakat.

Revolusi mental harus dilaksanakan secara lintas sektor dan partisipatoris. Salah satunya lewat penanaman nilai secara bertalu-talu melalui kampanye, aksi sosial, media sosial, film, sinetron, games, dan pengumuman terus menerus di tempat-tempat umum untuk antre, menjaga kebersihan, dan seterusnya. Desain program harus mudah dilaksanakan, populer bagi semua usia, dan sesuai budaya lokal.

Hasil gerakan revolusi mental harus dapat diukur dampaknya kepada perilaku masyarakat. Perlu dipantau departemen apa yang kebijakannya mendukung atau justru menghambat pengembangannya. Presiden Jokowi harusnya bisa melihat sejauh mana pemerintahannya berhasil mengimplementasikan revolusi mental secara nyata di Indonesia.

Kita harus berubah sekarang juga, sebab bangsa-bangsa lain sudah jauh lebih maju. Revolusi mental perlu segera dipersiapkan pelaksanaannya, bukan untuk dikaji secara berkepanjangan atau bahkan dipertengkarkan.

Ungkap Rendy , jika menginginkan menjadi pribadi baik, maka silakan berevolusi mental, dan jika menganggap sudah memiliki mental atau karakter baik tanpa ada revolusi, maka sesungguhnya itu adalah mempertahankan revolusi mental. Revolusi mental tidak dapat diartikan sebagai pengejewantahan dari orang berkuasa, tapi revolusi mental adalah keharusan dan kebutuhan pada setiap insan dalam perspekrif sosial, etika, dan budaya bahkan agama melekat tuntunan mentalitas yang baik pada siapapun dan dimana pun.

Semoga, Aamiin.***

 

Ir. RENDY M. AFFANDY LAMADJIDO, MM, MBA

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Daerah Pemilihan SULAWESI TENGAH

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *