Mendiknas Bocorkan Kunci Sukses Untuk Pelajar Islam

  • Bagikan
Mendiknas Anies Baswedan
Mendiknas Anies Baswedan
Mendiknas Anies Baswedan
Mendiknas Anies Baswedan

INFODESA.ID-NASIONAL-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan memberikan bocoran kunci sukses Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam menghadapi tantangan global.

Bocoran kunci sukses itu disampaikan di hadapan ribuan anggota dan pengurus PII pada acara acara pelantikan pengurus Keluarga Besar PII periode 2015-2019, Minggu (17/1) di Gedung A Lantai 3 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Jl Jend Sudirman Jakarta.

Apa-apa saja bocoran kunci sukses itu. Berikut laporan IW dari lokasi acara pelantikan. Yang perlu digaris bawahi, bedakan organisasi kader dengan organisasi musium. Kader musium adalah kader masal lalu.

Sedangkan organisasi kader harus memikirkan masa depan dan harus mampu berkompetisi dengan kader kader lainnya yang ada di Indonesia. Di sini peran alumni menjadi sangat penting.

Pelantikan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia 2016
Pelantikan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia 2016

Terpenting lagi, kemampuan kader dalam membaca perubahan jaman. Ingat, 20 tahun lalu, banyak berlomba untuk bisnis wartel (warung telekomunikasi). Sekarang sarana faximile saat ini nyaris tidak terpakai. Tergantikan oleh fasilitas jejaring internet.

Semua berubah begitu kekuatan yang utama dibangun induvidu-individu di Asia Timur yang mampu membaca gejala-gejala perubahan. Para alumni harus mampu terjemahkan tanda-tanda perubahan dengan training.

Kenyataan yang saat ini justru yang menjadi orang bermakna dan domiman adalah orang orang yang menempuh pendidikan luar sekolah. Yaitu  Intra kulikuler, Eksta kulikuler, Non kulikuler. Kunci utama ada pada mentor (guru).

Yang harus menjadi perhatian utama, di dunia ini pengetahuan menjadi kekuatan saat ini. Ini sudah dimulai sejak jaman Sayyidina Ali, dimana pengetahuan adalah kekuatan yang dapat memunculkan kepatuhan, dan kesejahteraan turut mengikutnya.

Menurut Anies saat ini kekuatan dunia tidak bersumber dari dua hal seperti power dan uang. Saat ini, kekuatan dunia telah mengalami pergeseran. “Saat ini yang menjadi sumber kekuatan adalah knowledge (pengetahuan), sehingga pendidikan menjadi penting. Pendidikan harus dimulai dari usia muda. Organisasi juga harus digembleng dengan baik dan maksimal,” jelas Anies.

Pengembangan sains hakikatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam rangka membangun peradaban bangsa. Ini sejalan dengan paradigma baru di era globalisasi, yaitu Inovasi Sains Ekonomi (Sains Innovation Driven Economy).

Sains dan teknologi menjadi faktor utama yang berkontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas hidup suatu bangsa. “Indonesia telah memasuki era penyebaran informasi. Kalo kita ingin menang harus bisa membaca tanda jaman. Ini penting untuk calon pemimpin, misal  Pilkada. Harus bisa membaca jaman. Calon bupati bisa melalui jalur indenpenden,” kata Anies.

“Pemuda juga harus bisa memahami wilayah pasar dan bisa bertarung. Contoh Gojek. Yang lolos kompotisi. Karena sanggup berkompetisi dan mambaca tanda jaman sekarang kita bisa lihat apa yang terjadi,” tambahnya.

Kemudian, mampu menumbuhkan the founding leaders di kalangan generasi masa depan. Karena itu, lanjutnya, setiap pemuda Indonesia adalah aktor penting untuk mewujudkan cita-cita bangsa di masa mendatang.

Acara itu dihadiri oleh Soetrisno Bachir (Politikus PAN), mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier dan Ketua OJK Muliaman Haddad.[ahmad]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.